Di dalam
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 butir 1
disebutkan, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan
demikian pendidikan adalah setiap usaha yang dilakukan untuk mengubah perilaku
menjadi perilaku yang dinginkan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang
berlaku, setiap anak harus dididik supaya dengan cara-cara yang sehat dapat
mencapai perkembangan intelektual yang maksimal, kepribadiannya terbentuk
dengan wajar, mencerminkan sifat-sifat kejujuran, kebenaran, tanggung jawab
supaya dapat menjadi anggota masyarakat.
Perkembangan
teknologi, informasi, dan komunkasi dewasa ini membuka peluang bagi setiap
orang untuk mengakses hal tersebut ke seluruh dunia. Informasi dari dan ke
segenap penjuru dunia menyebar luas dengan amat cepat, mudah diakses setiap
saat dan di manapun. Kondisi itu membuat dunia ini seakan-akan tanpa batas, dan
gejala ini yang disebut ciri kebudayaan global. Setiap orang berusaha menguasai
jaringan informasi dan perangkat komunikasi yang semakin kompetitif. Individu
yang dapat menguasai informasi untuk memperoleh pengetahuan dan ilmu akan
menjadi unggul dalam budaya global. Oleh karena itu, diperlukan belajar
sepanjang hayat (life long learning)
secara terus-menerus dalam mengembangkan kemampuan untuk memperluas pengetahuan
dan ilmu (learning to know)
(Mulyasa, 2004:5)
Sebagai
mahasiswa, cara belajar yang baik untuk siswa menurut saya diantara lain:
·
Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai.
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai.
·
Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.
·
Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh.
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh.
·
Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan
Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya.
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya.
·
Kerjakan PR
Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya.
Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya.
·
Banyak berlatih pelajaran yang kurang
disukai.
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman
·
Mohon bimbingan Tuhan
Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.
Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.
Hirarki
pembelajaran dibagi menjadi 6, yaitu:
1.
Pendekatan Pembelajaran
Ini
berarti merupakan upaya yang siswa lakukan dalam proses belajar untuk mencapai
tujuan belajar yang akan dicapai, misalkan dengan membaca materi terlebih
dahulu sebelum guru menjelaskan dikelas. Agar saat guru menjelaskan siswa sudah
paham minimal sebagian dari materi tersebut.
2.
Strategi Pembelajaran
Strategi
yaitu merupakan pemilihan metode yang tepat. Strategi yang dilakukan siswa agar
dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Contohnya siswa sering melakukan
belajar kelompok bersama teman-temannya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
maksimal. Bisa juga dengan siswa mencari media pembelajaran yang belum
digunakan siswa lainnya.
3.
Metode Pembelajaran
Metode
merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam
mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam menggunakan suatu
metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan. Contohnya
pada pembelajaran kimia bisa menggunakan metode discovery learning, ceramah,
diskusi, demonstrasi dan lain-lain.
4.
Teknik Pembelajaran
Teknik
pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam
mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode demonstrasi
pada materi asam basa, siswa harus benar-benar tahu bagaimana spesifikasi
larutan asam dan bagaimana spesifikasi larutan basa jika digunakan kertas
lakmus sebagai alat mendeteksi suatu larutan.
5.
Taktik Pembelajaran
Taktik
pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik
pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang
sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam
taktik yang digunakannya.
6.
Model Pembelajaran.
Model
pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Contohya pada
pembelajaran kimia yaitu model jigsaw, picture and picture, mind mapping,
cooperativ, dan lain-lain.
Kondisi belajar
pada siswa dibagi atas lima kategori belajar sebagai berikut:
1.
Keterampilan intelektual (Intellectual Skill): untuk jenis belajar ini, kondisi
belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan keterampilan
bawahan (yang sebelumnya), pembimbing dengan kata-kata atau alat lainnya,
pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian
review.
2. Informasi
verbal (Verbal Information): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang
dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna,
kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang konstruktsi, balikan
3. Stategi
kognitif (Cognitive Strategy/problem solving): untuk jenis belajar ini, kondisi
belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan
konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil,
pendemonstrasian solusi oleh siswa.
4. Sikap
(Attitude): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah
pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan
tindakan pribadi yang diharapkan. Pembentukan atau pengingatan kembali model
manusia yang dihormati, penguatan tindakan pribadi dengan pengalaman langsung
yang berhasil maupun yang dialami oleh orang lain dengan mengamati orang yang
dihormati.
5.
Keterampilan motorik (Motor Skill): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar
yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsur motorik, pembentukan
atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatiahn keterampilan-keterampilan
keseluruahn, balikan yang tepat